Kota Cerita adalah sebuah BOOK PUBLISHER indie yang menyediakan jasa untuk para penulis muda yang ingin menerbitkan bukunya. Kota Cerita akan mengurus hal-hal sebelum penerbitan dilakukan seperti desain cover, desain layout bagian dalam buku, desain ilustrasi sampai ke editing naskahmu.

Pertanyaan bisa diajukan ke kotacerita@gmail.com dan follow twitter kami!

Senin, 08 Oktober 2012

Sabtu, 01 September 2012

Kabar Gembira!!

Selama bulan September 2012, paket layanan jasa yang disediakan Kota Cerita akan dikenakan diskon sebesar 50%!! Tunggu apa lagi!!

- Desain cover : Rp 300,000,-
- Editing naskah : Rp 10,000,-/ halaman
- Desain layout : Rp 300,000,-
(merapikan tata letak naskah Anda termasuk header, footer, dll agar tampilannya lebih apik)
- Ilustrasi dalam : Rp 25,000,-/ per-gambar (hitam-putih)
Pengerjaan masing-masing jasa kurang lebih 10-14 hari kerja.
Paket Komplit (harga disesuaikan dengan total halaman naskah dan jumlah ilustrasi bag. dalam)
  • Desain cover
  • Editing naskah (hanya mengoreksi typo, dan kawan-kawan.)
  • Desain layout
  • Ilustrasi per-chapter
  • Cetak via nulisbuku.com
(Royalti dari nulisbuku.com tidak akan dipotong lagi oleh Kota Cerita, atau sebaiknya Anda sendiri yang meng-upload naskah dengan akun nulisbuku pribadi Anda.)
Semua pembelian jasa ini akan mendapatkan promosi gratis di blog dan FB page Kota Cerita.

Pertanyaan lebih lanjut maupun pemesanan bisa dilayangkan ke kotacerita@gmail.com atau mention ke twitter @kotacerita

Jumat, 25 Mei 2012

Cek Pelayanan yang Kota Cerita Sediakan Untukmu!


- Desain cover : Rp 300,000,-
- Editing naskah : Rp 10,000,-/ halaman (hanya mengoreksi typo, dan kawan-kawan.)
- Desain layout : Rp 300,000,-
(merapikan tata letak naskah Anda termasuk header, footer, dll agar tampilannya lebih apik)
- Ilustrasi dalam : Rp 25,000,-/ per-gambar (hitam-putih)

Pengerjaan masing-masing jasa kurang lebih 10-14 hari kerja.

Paket Komplit (harga disesuaikan dengan total halaman naskah dan jumlah ilustrasi bag. dalam)
  • Desain cover
  • Editing naskah (hanya mengoreksi typo, dan kawan-kawan.)
  • Desain layout
  • Ilustrasi per-chapter
  • Cetak via nulisbuku.com
(Royalti dari nulisbuku.com tidak akan dipotong lagi oleh Kota Cerita, atau sebaiknya Anda sendiri yang meng-upload naskah dengan akun nulisbuku pribadi Anda.)

Semua pembelian jasa ini akan mendapatkan promosi gratis di blog dan FB page Kota Cerita.

Pertanyaan lebih lanjut maupun pemesanan bisa dilayangkan ke kotacerita@gmail.com atau mention ke twitter @kotacerita

Senin, 30 April 2012

Akhirnya berakhir juga pengumpulan naskah untuk proyek Kota Cerita. Naskah yang terkumpul cukup untuk dijadikan 1 buku kumpulan cerpen!

Admin mengucapkan terimakasih untuk teman-teman yang sudah berpartisipasi dan naskah-naskah ini mulai besok akan masuk ke masa editing kemudian layouting! Cek terus twitter dan blog Kota Cerita untuk informasi selanjutnya!

Moga-moga buku kumpulan cerpennya sudah bisa dibeli bulan depan!



Salam,

Admin

Jumat, 13 April 2012

Perpanjangan Tenggat Waktu Proyek Kumcer Kota Cerita

Halo, para penulis muda yang ambisius!

Admin mau memberikan kabar, sehubungan dengan jumlah naskah yang diterima admin untuk proyek kumpulan cerpen Kota Cerita yang masih terbilang sedikit (bahkan untuk dijadikan 1 buku) maka dengan ini tenggat waktu pengumpulan naskah diperpanjang hingga tanggal 30 April 2012 pukul 23:59.

Kami harap dengan ini teman-teman bisa kembali melanjutkan tulisan kalian atau bahkan mulai menulis yang baru :D


Salam,

Admin

Jumat, 23 Maret 2012

Update Proyek Kumcer Kota Cerita

Naskah yang telah diterima:

1. Serba ada - @jw_rome
2. Cintaku Tertinggal di Solo - @dain_elf
3. Kota Fatamorgana - @Lord_Aya
4. Orion - @qyuubec89
5. Rindumu Membawaku Kembali - @_usaneko
6. Warna Kedelapan - @qyuubec89
7. Aurora - Tania Mutia. A - blog :http://my-capuchin-no.posterous.com/
8. Kota Terbalik - Prasetyo Condro Gumilar
9. Jakarta - Semarang - @reachyruch


Pemberitahuan:


  • Naskah 'Cintaku 400 Km karya Anindita Meidyanti telah diterima admin tetapi sangat disayangkan naskah yang dikirim tidak memenuhi persyaratan yang telah tercantum sebelumnya. Naskah tidak ditulis dalam template yang disediakan dan halamannya jauh melebihi ketentuan yang diinginkan. Apabila masih menginginkan naskah tersebut ikut dimuat dalam buku Kumpulan Cerpen Kota Cerita, kami masih menunggu perbaikan.

Jumat, 17 Februari 2012

[Coming Soon] Cover Design & Book Illustration

Halo kawan-kawan yang lagi asik nulis buku tapi bingung buat bikin cover dan illustrasinya. Jangan khawatir xD soalnya Kota Cerita juga punya jasa buat bantu kalian mendesain cover buku atau bahkan membuat illustrasi dan layouting. Juga jangan khawatir soal harga karena harga yang kami tawarkan tentu saja bersahabat apalagi bagi para penulis muda.

Untuk preview cover yang telah kami buat, seperti ini:










Itu tadi di atas adalah sebagian dari preview cover yang kami buat. Selebihnya bagi yang ingin tahu kualitas illustrasi yang kami buat dapat mengunjungi galeri para illustrator di bawah ini:
Tertarik? Sabar dulu ya karena planing order untuk Cover Design dan Book Illustration ini akan kami tambahkan kembali. Informasi selanjutnya tentu akan lebih detail. Makanya teman-teman boleh nih siap-siap, ambil ancang-ancang untuk mulai membayangkan cover buku seperti apa yang diinginkan xD


[Project] Kumpulan Cerpen Kota Cerita #1

Halo para penulis Indonesia! Begitu banyak bakat menulis yang dimiliki oleh anak negeri ini namun kadang sulit bagaimana menyalurkannya. Namun jangan bingung, yuk bergabung dengan proyek menulis bersama yang dihimpun oleh Kota Cerita untuk menulis sebuah cerita pendek yang nantinya akan kita terbitkan menjadi buku kumpulan cerpen melalui Nulis Buku. Royalti dari penjualan buku kumpulan cerpen ini akan kita sumbangkan kepada mereka yang lebih membutuhkan (kami masih mencari tempat menyumbang untuk sementara waktu).

Proyek perdana Kota Cerita ini akan bertajuk sama dengan judul blog ini yaitu: Kota Cerita. Seperti apa, yuk simak ketentuannya di bawah ini:

1. Tema cerpen kita kali ini adalah KOTA, yes... kota alias tempat di mana orang-orang tinggal, melakukan berbagai aktivitas hingga menjadi sebuah cerita. Kalian bebas membuat cerita apa saja dengan latar belakang sebuah kota. Bisa kota kelahiran, kota tempat tinggal, maupun kota impian. Tidak harus kota di dalam negeri kita Indonesia kok, kota-kota di luar negeri juga bisa kalian ekspos tapi jangan lupa untuk research dulu ya... jangan bikin sembarang cerita yang bisa merusak image dari kota tersebut.

2. Cerpen ditulis dalam bahasa Indonesia (yang baik dan benar serta menggunakan EYD). Jangan juga menggunakan kata-kata yang disingkat layaknya bahasa sms dan sebagainya. Untuk kata/kalimat dalam bahasa asing, jangan lupa dicantumkan footnote sebagai terjemahannya ya.

3. Proyek ini akan dimulai pada 18 Februari 2012 hingga 15 April 2012 (pukul 23.59 WIB).

4. Tulisan dibuat dalam Microsoft Word menggunakan template Nulis Buku yang bisa didownload terlebih dahulu DI SINI. Dengan ketentuan tulisan menggunakan font Garamond, size 11, dengan spasi single, dan maksimal 10 halaman template (minimal 1000 kata).


5. Setiap peserta boleh mengirimkan maksimal 2 judul cerpen. Tiga cerpen terbaik nantinya akan kami tampilkan di blog sebagai sarana promosi.

6. File Ms. Word cerpen dikirimkan melalui e-mail ke kotacerita@gmail.com dengan subjek [Kota Cerita - Judul] dan jangan lupa cantumkan nama penulis, akun twitter, atau blog di dalam e-mail. Naskah dikirim sebagai attachment file, jangan lampirkan naskah di badan e-mail. Kami akan memberi konfirmasi jika naskah telah kami terima.

7. Naskah yang terkumpul akan kami bukukan (seperti yang telah disebutkan tadi) melalui bantuan Nulis Buku dengan royalti yang akan disumbangkan pada mereka yang membutuhkan. Para penulis tidak akan mendapat royalti secara langsung namun semoga ini bisa menjadi tabungan amal #eah... dan tentu jika bukunya sudah terbit, teman-teman penulis bisa membelinya di online shop Nulis Buku. Kami juga akan memberikan informasi soal itu.

8. Pertanyaan, kritik dan saran bisa disampaikan langsung pada kami melalui akun Twitter @kotacerita




Selamat menulis!! \m/

Jumat, 29 April 2011

Alana, si Anak Hujan

by Orinthia Lee

Derasnya hujan selalu menjadi pemanggilmu
Tiba waktunya bagimu ‘tuk keluar dari perlindunganmu
Membawa payung usang menjajakan jasa
Demi sesuap nasi dan biaya sekolah


            Alana, hei, Alana. Setiap pagi kamu selalu bangun dengan semangat baru. Seulas senyummu menjadi cahaya dalam gelapnya hati ibumu yang sudah tua dan sakit-sakitan. Di rumah sempit satu ruang itu kamu tinggal bersama ibu dan kelima adikmu yang masih kecil-kecil, sungguh aku iba melihatnya. Kamu baru beranjak 11 tahun, masih duduk di bangku kelas 4 SD karena terlambat masuk sekolah tapi kamu sudah menjadi tulang punggung bagi keluargamu yang tak lagi memiliki kepala keluarga.
            Aku heran, tak sekalipun segelintir keluhan pernah lolos dari bibir mungilmu meski tiap hari kamu harus mencari nafkah, mencari-cari uang dengan belas kasihan orang saat matahari bersinar begitu terik di langit sana bersama teman-teman yang senasib. Tak jarang kamu memunguti sampah-sampah di jalan untuk kemudian dijual kembali. Hasilnya tak seberapa hingga kadang kamu harus berkorban tak makan agar ibu dan adik-adikmu dikenyangkan. Hatimu sungguh mulia.

Jumat, 25 Maret 2011

Jejak Langkah

oleh: ghyna amanda
...

Kalau ada satu jalan terbaik yang mungkin bisa kulintasi, itu adalah jalan dimana dapat kutemukan jejak langkahmu di sana, bersamaku. Kalau ada satu hari terbaik yang mungkin bisa kulalui dalam hidup, itu adalah ketika bisa kuhabiskan waktu-waktu yang tersisa kini bersamamu.

It's because of you that I can keep moving forward 
As I walk through the winter, I believe that with all my heart
           
Kenangannya berlari menembus waktu yang telah lalu. Meraba kembali memori ketika pertama kali kita bertemu. Waktu yang tak kurasa begitu indah karena pandanganmu yang selalu mengarah padanya. Dia yang begitu kau sanjungkan lebih dari apapun, lebih dari diriku yang hanya seorang bocah di matamu.

Kadang kutakut bahwa perasaan ini salah. Kadang kutahu bahwa perasaan ini memang benar-benar salah.
Ada kalanya aku menunggumu untuk memakan sesuap nasi yang kemudian kau lupakan atas dalih demi mencari perhatiannya. Ada kalanya kau menyiramku dengan segelas air karena memaksakan banyak hal padamu. Dan atas semua itu satu hal yang bisa kulakukan hanyalah meminta maaf. Sebuah maaf untukmu, maaf karena telah berusaha menyusup ke dalam hati kecilmu.

Kadang kutakut bahwa yang bisa kulakukan hanyalah bermimpi.
Kulihat dirimu menangis di tepian danau, permukaan air keruh tersebut mungkin menjadi saksi bagaimana pilu hatimu karena tak mendapatkan hatinya. Ingin kurangkul dirimu erat dan menghapus air mata di wajahmu walau ternyata keberanianku tak cukup untuk melakukan hal tersebut. Aku hanya bisa mengubur kembali perasaanku, dengan menyisakan sedikit harapan untuk bisa membuatmu kemudian melihatku di sini.

You Can

By Orinthia Lee


Tokyo, 15 Mei 1998

Pemuda jangkung itu berdiri bersandar pada gerbang Ryounan Koukou yang kokoh, kepalanya tertunduk, terlihat mengantuk. Surai kecoklatannya berkilau tertimpa sinar matahari yang hangat siang itu. Iris coklatnya bersembunyi di balik kelopak matanya yang tertutup. Perawakannya tinggi kurus, terlampau tinggi memang bagi anak seusianya. Membuatnya seringkali jadi pusat perhatian terlepas dari sikap konyolnya.
Sekolah telah usai, murid-murid berlarian keluar dari gerbang sekolah seolah ingin cepat-cepat pergi dari sana. Beberapa anak terlihat asyik mengobrol, merencanakan acara jalan-jalan sepulang sekolah. Beberapa anak terlihat lesu karena nilai ujian yang tidak terlalu bagus. Beberapa anak lain terlihat bergandengan tangan dengan senyum malu-malu terlukis di wajah mereka.
Pemuda jangkung itu tak bergeming dari tempatnya bersandar, seolah tak menyadari beberapa pasang mata memperhatikan dirinya. Seolah tak mendengar beberapa sapaan ramah dari gadis-gadis yang lewat di depannya. Dia sedang sibuk dengan pikirannya sendiri sembari menunggu seseorang.
“Nao-kun. Maaf lama menunggu.”

Rabu, 16 Maret 2011

Sang Nona Hujan

by Orinthia Lee
sebuah sekuel dari Sang Pencinta Hujan.


            Sebenarnya, hujan yang benar-benar kusukai itu bukan hujan yang jatuh turun dari langit; tapi kamu.

---

            Hari itu, saat hujan turun dengan derasnya di sekolah, aku belum menyukai hujan. Aku hanya seorang remaja lelaki biasa yang punya mimpi menjadi musisi hebat kelak dengan kemampuanku bermain gitar dan suara yang lumayan enak didengar. Sebelum aku pindah ke sekolah itu, sekolah tempat aku bertemu denganmu, aku punya band dengan teman-teman di sekolahku yang lama. Band yang cukup populer di kotaku.
            Aku disukai murid-murid perempuan, disukai para guru dan juga anak-anak. Masa depanku cerah. Audisi terakhir band kami disukai oleh salah satu produser musik dan beberapa hari sebelum penandatanganan kontrak, aku jatuh sakit.

Senin, 14 Maret 2011

Just Mr. Raindrops

by: ghyna amanda

---

Katanya, ketika tetes air hujan pertama jatuh di atas hidungmu, maka orang yang kau sukai berarti menyukaimu juga.
Masa? Kupertanyakan hal tersebut secara pasti. Percaya tidak percaya, tentu saya tidak sama sekali. Setidaknya aku bukan seseorang dengan ilmu khayal setinggi Dia yang selalu merenung menatapi langit seakan mendoakan agar hujan cepat turun, kemudian menderu memecah keheningan berdiri dengan bodohnya sambil menengadahkan wajah menatap langit.
            Aku tahu dia tak bodoh, sungguh. Hanya seorang gadis berotak kecil yang tak jauh lebih kecil daripada otak udang. Berulang kali menyebutnya bodoh, menaruh tangan kecilku di atas rambutnya yang mengembang lurus agak ikal turun sampai permukaan bahu. Membuatnya memandangiku penuh tanya seakan berkata, ‘Aku tak bodoh’ yang kemudian hanya bisa diguratkan dengan sebuah senyum penuh rasa bangga atas pikiran imajinernya.
            Dia adalah gadis yang merebut hatiku entah sejak kapan. Sejak dirinya hanya seorang gadis kecil yang kemudian bergerak tak karuan di bawah derasnya hujan. Berpikir bahwa tetesan air yang jatuh dari atas sana adalah makhluk asing berwujud liquid yang hendak menginvasi bumi. Orang pintar mana yang tak kaget dengan gurauan macam itu? Hanya bisa tertawa. Sungguh, Dia adalah gadis super ajaib yang pernah kutemukan. Dari sekian banyak gadis di permukaan bumi ini, mungkin hanya dirinya gadis yang menganggap hujan sebagai musuh alih-alih teman seperjuangan.

Serupa Malam

by Brown Qeyaree

Siapa yang memutuskan pagi adalah awal? Siapa pula yang memutuskan malam adalah akhir? 

Bagiku pagi hanya formalitas, yang akan terus bangun ke permukaan langit tanpa jera. Dan malam terlahir hanya untuk mendampinginya, memberinya waktu untuk sejenak menidurkan sinarnya. Tapi aku tahu seseorang yang tidak menganggapnya begitu. 

Satu lagi malam kulewati, dan sekali lagi aku berusaha untuk menyibak selimut kegelapan yang menyelimuti bumi, hanya untuk melihat matahariku terbit. Tapi tidak. Pagi telah lama membuka matanya. Sinarnya menyusup anggun melewati bingkai jendelamu, meninggalkan bayang-bayang pucat di lantai kamarmu. Dan kau di sana. Wajahmu bahkan lebih pucat dari bayang-bayang itu.

Kalau memang pagi adalah awal, kenapa kau masih juga berkelana dalam mimpimu? Kenapa kau masih juga membiarkanku duduk diam dalam ruang kesunyian tanpa pijar dari bola matamu? Sambil terus menantimu berkata, ”Selamat pagi”.

Seharusnya aku tahu. Aku telah mengenalmu cukup lama untuk tahu bahwa kau orang yang adil. Selalu adil. Bahkan pada matahari dan bulan. Bagimu tidak ada hal yang dapat mengaturmu untuk apa pun. Tidak juga untuk bangun dan tidur. Tidak juga untuk menentukan mana yang awal dan mana yang akhir.

***

”Kau tahu?”

Hari itu kau genap 12 tahun dan alam seolah ikut merayakannya bersamamu. Langit mengenakan birunya yang terbaik dengan selaput tipis awan yang menggantung menghiasinya. Matahari tidak terhalang apa pun untuk menyampaikan cahayanya yang paling cemerlang, hanya untukmu. Bahkan malam juga mengistimewakanmu. Gaun kegelapan langit berkilau dalam rimba bintang, berpendar dalam keheningan yang kau cintai, ditemani bulan yang menjadi lentera pribadimu.

Hey Mr. Raindrops

oleh: ghyna amanda
---

Ketika air hujan pertama jatuh di atas hidungmu, maka orang yang kau sukai berarti menyukaimu juga.
            Kupikir sepenggal kalimat itu bisa dipercaya. Berdiri merenung menanti datangnya hujan tanpa tahu mana yang air hujan pertama dan mana yang bukan. Ketika satu demi satu titik air itu turun ke bumi rasanya ada sedikit pengharapan, walau pada kenyataannya tak ada satu pun air hujan pertama yang membasahi hidungku secara pasti. Mereka datang menyeruak tiba-tiba membasahi diriku mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Membuatku merasa bodoh. Padahal apa yang kuinginkan hanyalah air hujan pertamanya saja jatuh di atas pucuk hidung kecilku.
            Terlalu banyak berkhayal memang. Persis seperti anak perempuan pada umumnya. Kupikir juga memang tidak rasional membiarkan masalah hati bergantung pada air hujan. Namun mau bagaimana lagi. Dia yang kusuka adalah orang yang tak mungkin tergapai dengan kata-kata. Dia bahkan terlalu indah untuk bisa digambarkan melalui asa.

Minggu, 13 Maret 2011

Sang Pencinta Hujan

by Orinthia Lee

Tahukah kau bahwa gemericik suara tetesan air hujan selalu mengingatkan aku tentangmu? Semua kenangan yang pernah kita lalui bersama selalu muncul tiap kali hujan turun membasahi jendela kamarku. Seperti film yang diputar ulang; senyummu, kehangatanmu dan juga setiap kata-kata yang pernah kau ucapkan terbayang jelas saat aku pejamkan mataku di bawah siraman hujan. Setiap kali itu pula aku diingatkan bahwa kamu tak pernah benar-benar meninggalkan aku.

***

"Ngapain diam di situ?"

Aku menghentikan derap kakiku yang berlari di atas aspal becek. Hujan sedang turun begitu deras hingga sebentar saja seragam dan tas sekolahku basah kuyup. Semua orang yang tadinya duduk-duduk di taman sekolah sudah berlarian mencari tempat berteduh.

Kecuali satu orang.

Senin, 13 Desember 2010

Sang Pecinta Hujan

Ditulis oleh: Reachy Ruch

Rain, sebut saja begitu. Dia tidak pernah mau memberitahukan nama aslinya. Padahal dia mengetahui nama Nana, bahkan nama lengkapnya, Nana Narlita Kusuma. Dipaksa bagaimanapun, Rain tidak pernah mengatakan siapa nama aslinya, tempat asalnya, atau apapun yang bisa menjurus pada jati dirinya. Dia cuma mengaku bahwa dia berjenis kelamin laki-laki. Selain itu, apa yang Nana tahu darinya? Cuma hal-hal kecil yang tidak penting.
Sebaliknya, Rain bisa dibilang mengetahui apapun tentang Nana. Asalnya, umurnya, wajahnya, sekolahnya, rumahnya, semua. Bisa saja Rain tiba-tiba ada di samping Nana dan remaja perempuan itu tidak menyadarinya sama sekali.
Ya, Rain adalah orang yang ditemuinya di dunia maya. Internet, istilah bekennya. Satu hal yang sudah teramat sangat lumrah di dunia globalisasi ini. Kalau ada orang yang belum pernah mendengar apa itu internet, mungkin dia tinggal di daerah pedalaman yang paling dalam? Di mana listrik saja tidak ada, apalagi komputer, barang yang rasanya sudah tidak dianggap sebagai barang tersier lagi. Mungkin barang yang ditemukan pada tahun 1940-an itu sudah naik tingkat menjadi barang sekunder atau bahkan primer? Tanyakan pada para penghuni kota besar, ada yang pernah melewatkan satu hari saja tanpa menyentuh internet? Ada yang sanggup hidup tanpa internet? Apalagi sekarang, gadget-gadget pendukung sudah bertebaran di mana-mana dengan harga yang semakin bersahabat.

Sabtu, 11 Desember 2010

The Unforgetable Day

Ditulis oleh : Orinthia Lee

The way you walk, is funny
Though through no fault
Of your own
Even a man
Who's pure at heart
And says his prayers at night
Fears, the changing foot prints
On the night
When the wolfs bane blooms
Under the bright beams
Of a full moon.

(Author: unknown)



15 November 1951
Colorado, USA


Malam itu langit gelap bagaikan sapuan tinta hitam tak bercela. Bintang-bintang tak nampak berkelip di langit seolah-olah bersembunyi dan urung menunjukkan diri. Hanya bulatan sang purnama yang bercokol di langit bagaikan noda putih bercahaya membundar di hamparan kain hitam. Seorang pemuda, usianya berkisar 17 atau 18 tahun terbujur kaku di atas tanah berbatu yang tertutupi gundukan salju di pinggir danau kecil membeku dengan luka cabikan besar di area leher dan bahunya. Cabikan yang terlihat seperti perbuatan taring binatang buas. Dada pemuda itu masih bergerak, tanda kehidupan belum menguap pergi dari tubuhnya meski darah terus mengucur dari lukanya yang teramat parah. Samar-samar terdengar lolongan serigala dari kejauhan ketika tubuh malang itu ditemukan oleh penduduk sekitar.