Kota Cerita adalah sebuah BOOK PUBLISHER indie yang menyediakan jasa untuk para penulis muda yang ingin menerbitkan bukunya. Kota Cerita akan mengurus hal-hal sebelum penerbitan dilakukan seperti desain cover, desain layout bagian dalam buku, desain ilustrasi sampai ke editing naskahmu.

Pertanyaan bisa diajukan ke kotacerita@gmail.com dan follow twitter kami!

Jumat, 23 Maret 2012

Update Proyek Kumcer Kota Cerita

Naskah yang telah diterima:

1. Serba ada - @jw_rome
2. Cintaku Tertinggal di Solo - @dain_elf
3. Kota Fatamorgana - @Lord_Aya
4. Orion - @qyuubec89
5. Rindumu Membawaku Kembali - @_usaneko
6. Warna Kedelapan - @qyuubec89
7. Aurora - Tania Mutia. A - blog :http://my-capuchin-no.posterous.com/
8. Kota Terbalik - Prasetyo Condro Gumilar
9. Jakarta - Semarang - @reachyruch


Pemberitahuan:


  • Naskah 'Cintaku 400 Km karya Anindita Meidyanti telah diterima admin tetapi sangat disayangkan naskah yang dikirim tidak memenuhi persyaratan yang telah tercantum sebelumnya. Naskah tidak ditulis dalam template yang disediakan dan halamannya jauh melebihi ketentuan yang diinginkan. Apabila masih menginginkan naskah tersebut ikut dimuat dalam buku Kumpulan Cerpen Kota Cerita, kami masih menunggu perbaikan.

Jumat, 17 Februari 2012

[Coming Soon] Cover Design & Book Illustration

Halo kawan-kawan yang lagi asik nulis buku tapi bingung buat bikin cover dan illustrasinya. Jangan khawatir xD soalnya Kota Cerita juga punya jasa buat bantu kalian mendesain cover buku atau bahkan membuat illustrasi dan layouting. Juga jangan khawatir soal harga karena harga yang kami tawarkan tentu saja bersahabat apalagi bagi para penulis muda.

Untuk preview cover yang telah kami buat, seperti ini:










Itu tadi di atas adalah sebagian dari preview cover yang kami buat. Selebihnya bagi yang ingin tahu kualitas illustrasi yang kami buat dapat mengunjungi galeri para illustrator di bawah ini:
Tertarik? Sabar dulu ya karena planing order untuk Cover Design dan Book Illustration ini akan kami tambahkan kembali. Informasi selanjutnya tentu akan lebih detail. Makanya teman-teman boleh nih siap-siap, ambil ancang-ancang untuk mulai membayangkan cover buku seperti apa yang diinginkan xD


[Project] Kumpulan Cerpen Kota Cerita #1

Halo para penulis Indonesia! Begitu banyak bakat menulis yang dimiliki oleh anak negeri ini namun kadang sulit bagaimana menyalurkannya. Namun jangan bingung, yuk bergabung dengan proyek menulis bersama yang dihimpun oleh Kota Cerita untuk menulis sebuah cerita pendek yang nantinya akan kita terbitkan menjadi buku kumpulan cerpen melalui Nulis Buku. Royalti dari penjualan buku kumpulan cerpen ini akan kita sumbangkan kepada mereka yang lebih membutuhkan (kami masih mencari tempat menyumbang untuk sementara waktu).

Proyek perdana Kota Cerita ini akan bertajuk sama dengan judul blog ini yaitu: Kota Cerita. Seperti apa, yuk simak ketentuannya di bawah ini:

1. Tema cerpen kita kali ini adalah KOTA, yes... kota alias tempat di mana orang-orang tinggal, melakukan berbagai aktivitas hingga menjadi sebuah cerita. Kalian bebas membuat cerita apa saja dengan latar belakang sebuah kota. Bisa kota kelahiran, kota tempat tinggal, maupun kota impian. Tidak harus kota di dalam negeri kita Indonesia kok, kota-kota di luar negeri juga bisa kalian ekspos tapi jangan lupa untuk research dulu ya... jangan bikin sembarang cerita yang bisa merusak image dari kota tersebut.

2. Cerpen ditulis dalam bahasa Indonesia (yang baik dan benar serta menggunakan EYD). Jangan juga menggunakan kata-kata yang disingkat layaknya bahasa sms dan sebagainya. Untuk kata/kalimat dalam bahasa asing, jangan lupa dicantumkan footnote sebagai terjemahannya ya.

3. Proyek ini akan dimulai pada 18 Februari 2012 hingga 15 April 2012 (pukul 23.59 WIB).

4. Tulisan dibuat dalam Microsoft Word menggunakan template Nulis Buku yang bisa didownload terlebih dahulu DI SINI. Dengan ketentuan tulisan menggunakan font Garamond, size 11, dengan spasi single, dan maksimal 10 halaman template (minimal 1000 kata).


5. Setiap peserta boleh mengirimkan maksimal 2 judul cerpen. Tiga cerpen terbaik nantinya akan kami tampilkan di blog sebagai sarana promosi.

6. File Ms. Word cerpen dikirimkan melalui e-mail ke kotacerita@gmail.com dengan subjek [Kota Cerita - Judul] dan jangan lupa cantumkan nama penulis, akun twitter, atau blog di dalam e-mail. Naskah dikirim sebagai attachment file, jangan lampirkan naskah di badan e-mail. Kami akan memberi konfirmasi jika naskah telah kami terima.

7. Naskah yang terkumpul akan kami bukukan (seperti yang telah disebutkan tadi) melalui bantuan Nulis Buku dengan royalti yang akan disumbangkan pada mereka yang membutuhkan. Para penulis tidak akan mendapat royalti secara langsung namun semoga ini bisa menjadi tabungan amal #eah... dan tentu jika bukunya sudah terbit, teman-teman penulis bisa membelinya di online shop Nulis Buku. Kami juga akan memberikan informasi soal itu.

8. Pertanyaan, kritik dan saran bisa disampaikan langsung pada kami melalui akun Twitter @kotacerita




Selamat menulis!! \m/

Jumat, 29 April 2011

Alana, si Anak Hujan

by Orinthia Lee

Derasnya hujan selalu menjadi pemanggilmu
Tiba waktunya bagimu ‘tuk keluar dari perlindunganmu
Membawa payung usang menjajakan jasa
Demi sesuap nasi dan biaya sekolah


            Alana, hei, Alana. Setiap pagi kamu selalu bangun dengan semangat baru. Seulas senyummu menjadi cahaya dalam gelapnya hati ibumu yang sudah tua dan sakit-sakitan. Di rumah sempit satu ruang itu kamu tinggal bersama ibu dan kelima adikmu yang masih kecil-kecil, sungguh aku iba melihatnya. Kamu baru beranjak 11 tahun, masih duduk di bangku kelas 4 SD karena terlambat masuk sekolah tapi kamu sudah menjadi tulang punggung bagi keluargamu yang tak lagi memiliki kepala keluarga.
            Aku heran, tak sekalipun segelintir keluhan pernah lolos dari bibir mungilmu meski tiap hari kamu harus mencari nafkah, mencari-cari uang dengan belas kasihan orang saat matahari bersinar begitu terik di langit sana bersama teman-teman yang senasib. Tak jarang kamu memunguti sampah-sampah di jalan untuk kemudian dijual kembali. Hasilnya tak seberapa hingga kadang kamu harus berkorban tak makan agar ibu dan adik-adikmu dikenyangkan. Hatimu sungguh mulia.

Jumat, 25 Maret 2011

Jejak Langkah

oleh: ghyna amanda
...

Kalau ada satu jalan terbaik yang mungkin bisa kulintasi, itu adalah jalan dimana dapat kutemukan jejak langkahmu di sana, bersamaku. Kalau ada satu hari terbaik yang mungkin bisa kulalui dalam hidup, itu adalah ketika bisa kuhabiskan waktu-waktu yang tersisa kini bersamamu.

It's because of you that I can keep moving forward 
As I walk through the winter, I believe that with all my heart
           
Kenangannya berlari menembus waktu yang telah lalu. Meraba kembali memori ketika pertama kali kita bertemu. Waktu yang tak kurasa begitu indah karena pandanganmu yang selalu mengarah padanya. Dia yang begitu kau sanjungkan lebih dari apapun, lebih dari diriku yang hanya seorang bocah di matamu.

Kadang kutakut bahwa perasaan ini salah. Kadang kutahu bahwa perasaan ini memang benar-benar salah.
Ada kalanya aku menunggumu untuk memakan sesuap nasi yang kemudian kau lupakan atas dalih demi mencari perhatiannya. Ada kalanya kau menyiramku dengan segelas air karena memaksakan banyak hal padamu. Dan atas semua itu satu hal yang bisa kulakukan hanyalah meminta maaf. Sebuah maaf untukmu, maaf karena telah berusaha menyusup ke dalam hati kecilmu.

Kadang kutakut bahwa yang bisa kulakukan hanyalah bermimpi.
Kulihat dirimu menangis di tepian danau, permukaan air keruh tersebut mungkin menjadi saksi bagaimana pilu hatimu karena tak mendapatkan hatinya. Ingin kurangkul dirimu erat dan menghapus air mata di wajahmu walau ternyata keberanianku tak cukup untuk melakukan hal tersebut. Aku hanya bisa mengubur kembali perasaanku, dengan menyisakan sedikit harapan untuk bisa membuatmu kemudian melihatku di sini.

You Can

By Orinthia Lee


Tokyo, 15 Mei 1998

Pemuda jangkung itu berdiri bersandar pada gerbang Ryounan Koukou yang kokoh, kepalanya tertunduk, terlihat mengantuk. Surai kecoklatannya berkilau tertimpa sinar matahari yang hangat siang itu. Iris coklatnya bersembunyi di balik kelopak matanya yang tertutup. Perawakannya tinggi kurus, terlampau tinggi memang bagi anak seusianya. Membuatnya seringkali jadi pusat perhatian terlepas dari sikap konyolnya.
Sekolah telah usai, murid-murid berlarian keluar dari gerbang sekolah seolah ingin cepat-cepat pergi dari sana. Beberapa anak terlihat asyik mengobrol, merencanakan acara jalan-jalan sepulang sekolah. Beberapa anak terlihat lesu karena nilai ujian yang tidak terlalu bagus. Beberapa anak lain terlihat bergandengan tangan dengan senyum malu-malu terlukis di wajah mereka.
Pemuda jangkung itu tak bergeming dari tempatnya bersandar, seolah tak menyadari beberapa pasang mata memperhatikan dirinya. Seolah tak mendengar beberapa sapaan ramah dari gadis-gadis yang lewat di depannya. Dia sedang sibuk dengan pikirannya sendiri sembari menunggu seseorang.
“Nao-kun. Maaf lama menunggu.”

Rabu, 16 Maret 2011

Sang Nona Hujan

by Orinthia Lee
sebuah sekuel dari Sang Pencinta Hujan.


            Sebenarnya, hujan yang benar-benar kusukai itu bukan hujan yang jatuh turun dari langit; tapi kamu.

---

            Hari itu, saat hujan turun dengan derasnya di sekolah, aku belum menyukai hujan. Aku hanya seorang remaja lelaki biasa yang punya mimpi menjadi musisi hebat kelak dengan kemampuanku bermain gitar dan suara yang lumayan enak didengar. Sebelum aku pindah ke sekolah itu, sekolah tempat aku bertemu denganmu, aku punya band dengan teman-teman di sekolahku yang lama. Band yang cukup populer di kotaku.
            Aku disukai murid-murid perempuan, disukai para guru dan juga anak-anak. Masa depanku cerah. Audisi terakhir band kami disukai oleh salah satu produser musik dan beberapa hari sebelum penandatanganan kontrak, aku jatuh sakit.